Gaya Baru Konseling Gizi Efektif

Konseling Gizi
Konseling Gizi

Lebah Ceria Community – Konseling atau penyuluhan adalah proses pemberian bantuan yang dilakukan oleh seorang ahli (disebut konselor/pembimbing) kepada individu atau kelompok yang mengalami sesuatu masalah (disebut konsele atau biasa disebut klien) dengan tujuan dapat teratasinya masalah tersebut.

Konseling dilakukan dalam berbagai bidang kehidupan, seperti di masyarakat. Begitu juga dalam program perbaikan gizi, konseling biasa dilakukan baik itu di posyandu, puskesmas maupun klinik pengobatan dan rumah sakit. Tujuannya antara lain membimbing dan mengarahkan klien dalam memahami masalah gizi yang dihadapi dan bagaimana mengatasinya.

Konseling melibatkan dua pribadi (konselor dan klien) yang unik dan berbeda dalam banyak hal. Konselor perlu menyadari bahwa, menghadapi individu yang sedang bermasalah perlu berbekal pemahaman tentang perilaku manusia dewasa.

Pada umumnya klien dalam program perbaikan gizi adalah ibu atau pengasuh balita yang mempunyai gangguan pertumbuhan, antara lain dikarenakan masalah gizi kurang, gizi buruk atau justru yang mengalami kegemukan dan obesitas. Mereka menjadi sasaran konseling pada saat pelayanan di meja empat posyandu, di ruang pojok gizi puskesmas atau di ruang konsultasi gizi rumah sakit.

Yang menarik untuk disimak, bahwa terdapat beberapa perbaikan cara konseling terhadap ibu atau pengasuh balita bermasalah tersebut pada saat ini. Diharapkan dengan perbaikan-perbaikan tersebut, akan terjadi penyempurnaan cara konseling, sehingga akan hasilnya akan lebih efektif.

Perbaikan pertama, sebelum konseling, sangat penting antara konselor dan ibu/pengasuh untuk menyepakati adanya masalah dan tindakan untuk meningkatkan pertumbuhan anak. Sebelum menyamakan persepsi masalah yang dihadapi anak, kepada ibu/pengasuh diperlihatkan empat grafik pertumbuhan berdasarkan standar WHO.

Berikan penjelasan dengan jelas dan sederhana tentang hasil ploting dan garis pertumbuhan anak apakah anak tumbuh seperti yang diharapkan atau mengalami masalah pertumbuhan.

Jika anak tumbuh dengan baik, nasihat selanjutnya adalah memberikan makanan yang sesuai umur anak, sehingga anak akan tumbuh dengan baik. Namun, jika ada masalah dalam pertumbuhannya atau kecenderungan yang mengarah pada suatu masalah, maka perlu mewawancarai ibu untuk mengidentifikasikan penyebab masalahnya.

Katakan pada ibu dan berikan pujian jika anak tumbuh dengan baik. Jika ada masalah, sangat penting untuk tetap berdiskusi dengan ibu secara baik dan positif. Hindari perkataan yang bersifat menuduh atau menyalahkan ibu. Bangun kepercayaan ibu dan komunikasi yang dapat membantu anaknya.

Gunakan kata-kata yang jelas, bukan bahasa medis. Jika menggunakan kata yang tidak biasa, misalnya “obesitas”, jelaskan apa yang dimaksud. Sebagai contoh, sampaikan bahwa, “obesitas” artinya anak sangat berat menurut tinggi badannya.

Dengan bahasa sederhana yang jelas dan dapat dimengerti ibu, konselor yang biasanya pengelola kegiatan gizi (Tenaga Pelaksana Gizi) menggiring ibu kepada kesepakatan masalah anak. Jika ibu/pengasuh tidak merasa ada masalah pada anaknya, maka langkah-langkah konseling berikutnya tidak perlu dilaksanakan dulu karena tidak akan efektif.

Perbaikan kedua, dalam menjalankan ketrampilannya sebagai seorang konselor, ia dibekali Lembar Bantu Memeriksa Penyebab Masalah Gizi (ada dua macam, yang untuk penyebab kekurangan gizi terdiri dari delapan langkah/pertanyaan dan yang untuk penyebab kegemukan terdiri dari lima langkah). Dengan demikian seorang konselor dipandu untuk secara terarah menggali penyebab-penyebab masalah, bahkan kemudian pertanyaan mengerucut kepada penggalian penyebab masalah utama. Inilah yang kemudian dipakai dasar untuk membuat nasihat atau pesan konseling. Jadi tidak lagi nasihat yang diberikan itu “membabi buta” atau langsung mengarah saja kepada pola pemberian makanan. Padahal mungkin masalah utama bukan hal itu, melainkan pola asuh yang keliru.

Perbaikan ketiga, jangan terlalu banyak tindakan yang disarankan, sebab dikhawatirkan ibu/pengasuh akan lupa atau menjadi tidak bersemangat. Sarankan 2 (dua) atau 3 (tiga) tindakan yang penting dan paling mungkin dilakukan. Contoh ekstrim, jika terdapat kasus anak balita yang menderita gizi kurang, dikarenakan ayahnya meninggalkan ibunya dan menikahi wanita lain, maka nasihat yang diberikan menyangkut pemberdayaan ibunya untuk dapat mandiri mencukupi asupan anaknya tersebut. Tidak mungkin seorang konselor gizi menyarankan si ibu menempuh jalur hukum menggugat suami untuk dapat mencukupi kebutuhan hidupnya. Meskipun hal itu bisa disarankan, namun saat ini bukanlah merupakan

Perbaikan keempat, konseling saat ini sarat akan sentuhan hati. Konselor sangat dianjurkan untuk memuji, mengeluarkan kalimat empati, mengajukan pertanyaan-pertanyaan pemahaman dan membuat kesepakatan untuk bertemu kembali. dan beri semangat agar ibu membawa kembali anaknya untuk tindak lanjut. Pada kunjungan berikutnya ibu diberi kesempatan untuk melaporkan keberhasilannya, sedangkan petugas kesehatan untuk memberikan saran tambahan apabila diperlukan. Perubahan membutuhkan waktu yang cukup lama dan penyebab masalah tidak mungkin diatasi dengan satu kali konseling. Kebutuhan tindak lanjut kunjungan, dan pemantauan pemberian makanan anak, pengasuhan, dan pertumbuhan menjadi sangat penting.

Oleh : Ine Indrati Sigit

Sumber : http://gizi.depkes.go.id/gaya-baru-konseling-gizi-yang-efektif

Related News

Aziz Jati
Nutrition Educator

.

Leave a Reply


− 1 = four